Education is the most powerful weapon which you can use to change the world. (Nelson Mandela)

Senin, 10 Februari 2014

UKIT Terbitkan Buku “Melayani Gereja dan Masyarakat secara Utuh”


Merayakan hari ulang tahun ke-80 Pdt. Prof. Dr. Wilhelmus Absalom Roeroe, UKIT telah mempersembahkan buku berjudul “Melayani Gereja dan Masyarakat secara Utuh”. Sebanyak 14 penulis, baik dari Indonesia maupun luar negeri telah menyumbangkan tulisannya untuk buku tersebut. Sebagai editor, Pdt. Dr. Richard A.D. Siwu, MA, PhD, Pdt. Dr. Karolina A. Kaunang dan Denni H.R. Pinontoan.

Buku tersebut telah diluncurkan tepat pada hari ulang tahun Pdt. Roeroe, Senin, 16 September 2013 di Aula UKIT.  Perayaan HUT Prof Roeroe berlangsung sederhana, diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Sekretaris Umum Sinode GMIM, Pendeta Arthur Rumengan. Peluncuran buku tersebut ditandai dengan penyerahan buku kepada yang berhari ulang tahun, Pdt. W.A. Roeroe.

Penerbitan buku penghormatan kepada Pdt. Prof. Dr. Wilhelmus Absalom Roeroe ini bukanlah yang pertama kali. Sudah ada tiga buku penghormatan yang mendahuluinya. Yaitu, Merunding-rundingkan Kerja Selamat: Buku Penghormatan Hari Jadi ke-60 Prof. Dr. W. A. Roeroe, diterbitkan oleh Lembaga Telaah Agama dan Kebudayaan/ LETAK Tomohon, tahun 1993. Penyunting buku David H. Tulaar. Buku kedua berjudul Kemandirian Berteologi, Pelayanan Tiada Akhir: Buku Penghormatan HUT ke-70 Pdt. Prof. Dr. Wilhelmus Absalom Roeroe diterbitkan oleh UKIT Press, Tomohon tahun 2003 dengan penyunting, Albert O Supit, Augustien Kapahang-Kaunang, Kemerlien Ondang. Tahun 2005 juga diterbitkan buku yang berjudul Proses dan Karya Berteologi: Penghormatan Hari Ulang Tahun ke-72 Pdt. Prof. Dr. W. A. Roeroe, diterbitkan oleh Lembaga Telaah Agama dan Kebudayaan (LETAK) Tomohon tahun 2005 dengan penyunting Pdt. Jonely Ch. Lintong dan Pdt. Augustien Kapahang-Kaunang.

Tim kerja dan editor buku penghormatan ini memilih tema umum penulisan yang berkisar pada pokok: ”Teologi, Globalitas dan Lokalitas”. Kata ”teologi” menunjuk pada minat ilmu Prof. Roeroe. Dengan menggunakan kata ini, dimaksudkan bahwa buku ini nantinya akan berbasis pada Ilmu Teologi (yang inter dan antar disiplin) dengan bidang-bidang kajiannya. Kata ”Globalitas” menunjuk pada konteks global, yang bisa diartikan fenomena atau sebuah kondisi di mana semakin terintegrasinya masyarakat dunia dalam satu tatanan oleh kemajuan teknologi informasi, politik-ekonomi dan kebudayaan. Sementara  kata ”Lokalitas,” selain bermaksud mengapreasiasi apa yang menjadi perhatian dan minat selama ini oleh Pdt. Roeroe dalam kerja berteologi kontekstualnya, dalam hal ini konteks kebudayaan lokal Minahasa, namun juga dalam arti bagaimana teologi yang dirumuskan (mestinya) berpijak pada konteks lokal. Penggunaan dua istilah ini, yaitu ”globalitas” dan ”lokalitas” sebagai tema penyusunan buku ini tidaklah bermaksud mendikotomikan dua konteks itu secara ekstrim, tapi utamanya adalah bagaimana upaya merefleksikan apa yang sedang menjadi gejala umum masyarakat dunia dan persoalan identitas kebudayaan.   

Judul buku Melayani Gereja dan Masyarakat secara Utuh  bermaksud membahasakan secara sederhana tema pokok penulisan yang dimintakan kepada para penulis. Judul ini dirumuskan setelah memperhatikan minat dan pokok bahasan tulisan-tulisan yang dikirimkan oleh para penulis, yaitu sepertinya mau mengatakan bahwa di era millenium sekarang ini, teologi itu haruslah memiliki pijakan kultural yang jelas, yaitu konteks lokal di mana proses dan kerja berteologi mau dialamatkan, tapi sesungguhnya hal ini adalah juga sebuah pertautan antara lokalitas dan globalitas.